Guru Besar S3 Pendidikan FKIP UAD Gelorakan Mahasiswa S2 Pedagogi Unggul dan Berdampak
Semangat menjadi mahasiswa magister yang unggul dan berdampak digaungkan dalam kegiatan Stadium General bagi mahasiswa baru Program Studi S2 Pedagogi STKIP Taman Siswa Bima, Nusa Tenggara Barat, pada 9 Februari 2026. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Auditorium Beradab, STKIP Taman Siswa Bima, Jalan Lintas Bima–Tente, Desa Ngali, Kecamatan Belo, Kabupaten Bima ini menghadirkan Prof. Dr. Suyatno, M.Pd.I., Guru Besar FKIP UAD, sebagai narasumber utama.
Selain diikuti oleh mahasiswa baru, kegiatan ini juga dihadiri oleh jajaran pimpinan program studi, dosen pengampu, serta sejumlah stakeholders pendidikan yang memiliki perhatian terhadap pengembangan mutu sumber daya manusia di Bima dan sekitarnya. Suasana akademik terasa hangat dan inspiratif sejak awal acara. Acara dibuka oleh Ketua STKIP Tamsis Bima, Dr. Ibnu Khaldun Sudirman, M.Si. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya membangun mentalitas mahasiswa magister yang tangguh, visioner, dan berintegritas. Ia menyampaikan bahwa mahasiswa S2 bukan lagi pembelajar biasa, melainkan calon pemimpin akademik dan profesional yang harus memiliki daya juang, kedewasaan berpikir, serta komitmen untuk memberi kontribusi nyata bagi masyarakat. “Mahasiswa magister harus memiliki mentalitas pembelajar sepanjang hayat. Jangan hanya hadir di kelas, tetapi hadirkan gagasan, solusi, dan keteladanan. Dunia tidak hanya membutuhkan orang pintar, tetapi orang yang berkarakter dan beradab” tegasnya.

Dalam paparan utamanya, Prof. Suyatno menegaskan bahwa menjadi mahasiswa S2 tidak sekadar mengejar IPK, tetapi membangun dampak dan jejak nyata di dunia profesional maupun sosial. “IPK tinggi tidak selalu berbanding lurus dengan daya saing tinggi. Masyarakat mengharapkan Anda menjadi problem solver, thought leader, dan impact maker. Gelar magister harus melahirkan kontribusi, bukan sekadar administrasi akademik,” ujarnya penuh penekanan.
Lebih lanjut, ia memaparkan lima pilar menjadi mahasiswa unggul dan berdampak. Pertama, memiliki growth mindset, yakni cara berpikir yang terbuka terhadap tantangan dan pembelajaran berkelanjutan. Kedua, membangun keunggulan akademik strategis, bukan hanya memahami teori, tetapi mampu mengaitkannya dengan kebutuhan nyata dunia pendidikan. Ketiga, mengasah kemampuan leadership dan teamwork, karena perubahan tidak dapat dikerjakan sendirian. Keempat, membangun reputasi dan personal branding akademik yang kredibel dan berintegritas. Kelima, menghasilkan karya yang berdampak dan meninggalkan legacy, baik melalui penelitian, inovasi pendidikan, maupun pengabdian kepada masyarakat.
Menurutnya, mahasiswa S2 Pedagogi harus berani melampaui zona nyaman dan memposisikan diri sebagai agen perubahan di sekolah, lembaga pendidikan, maupun ruang-ruang kebijakan. Ia juga mendorong mahasiswa untuk aktif menulis, meneliti isu-isu kontekstual, serta membangun jejaring kolaboratif lintas institusi.
Kegiatan stadium general ini menjadi momentum awal pembentukan identitas akademik mahasiswa baru S2 Pedagogi STKIP Tamsis Bima. Dengan inspirasi dan arahan strategis dari Guru Besar FKIP UAD tersebut, para mahasiswa diharapkan tidak hanya menyelesaikan studi tepat waktu, tetapi juga tampil sebagai lulusan yang unggul, adaptif, dan memberi dampak nyata bagi pengembangan pendidikan di daerah maupun tingkat nasional. Semangat yang digelorakan dalam forum ini menegaskan bahwa perjalanan menjadi magister bukan sekadar proses akademik, melainkan perjalanan membangun kapasitas diri untuk menciptakan perubahan yang bermakna.





















