Dekatkan Kampus dengan Industri, Mahasiswa Doktor Pendidikan UAD Diseminasikan Model PARTOUR
Yogyakarta_Hamdan Anwari, mahasiswa Program Studi Pendidikan Program Doktor Universitas Ahmad Dahlan (UAD), mendiseminasikan model pembelajaran PARTOUR di Sekolah Tinggi Pariwisata AMPTA Yogyakarta pada Jumat, 9 Oktober 2026. Model yang dikembangkan melalui penelitian disertasi ini mengintegrasikan pembelajaran bahasa Inggris pariwisata dengan kemitraan industri untuk mendukung kesiapan kerja mahasiswa vokasi perhotelan. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Lantai 2 STP AMPTA Yogyakarta tersebut melibatkan direktur Akademi Pariwisata Yogyakarta, dosen bahasa Inggris, dan perwakilan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM). Peserta berasal dari STIE Pariwisata API (STIE API), Akademi Pariwisata Yogyakarta (AKPARYO), serta STP AMPTA Yogyakarta. Ketua program studi dan Pembantu Ketua Bidang Akademik STP AMPTA Yogyakarta turut hadir dalam kegiatan ini.
Keterlibatan pimpinan perguruan tinggi, pengelola program studi, dosen, dan LPPM membuka ruang diskusi mengenai penerapan hasil penelitian dalam pembelajaran. Forum ini juga menjadi kesempatan untuk menelaah kesesuaian model dengan kurikulum, kebutuhan mahasiswa, dan peluang kerja sama dengan industri perhotelan. Dalam pemaparannya, Hamdan menjelaskan bahwa PARTOUR dikembangkan untuk menghubungkan pembelajaran bahasa Inggris di kelas dengan kebutuhan komunikasi di lingkungan kerja hotel. Melalui simulasi pelayanan dan keterlibatan mitra industri, mahasiswa berlatih menggunakan bahasa Inggris dengan memperhatikan standar pelayanan, kesantunan, dan ketepatan dalam merespons kebutuhan tamu.
Diskusi menghasilkan sejumlah masukan untuk penyempurnaan model. Sigit Prasetyo dari Dosen Bahasa Inggris AKPARYO menyoroti penempatan dan fungsi refleksi dalam tahapan pembelajaran. Masukan tersebut menekankan perlunya penjelasan yang lebih tegas mengenai refleksi sebagai sarana evaluasi sebelum mahasiswa melanjutkan tahapan berikutnya. Saptin Dwi Setyo Hastusi, dosen bahasa Inggris STP AMPTA Yogyakarta, mengangkat pertanyaan mengenai validitas model serta peluang penerapannya pada program studi lain. Pembahasan menunjukkan bahwa pengembangan pada konteks berbeda perlu mempertimbangkan kesesuaian kurikulum, karakteristik program studi, dan keterlibatan mitra sebagai kolaborator pembelajaran. Erna Wigati, perwakilan LPPM STIE API, memberikan perhatian pada integrasi standar operasional prosedur industri ke dalam materi pembelajaran. Praktik komunikasi bahasa Inggris perlu berjalan selaras dengan ketepatan pelayanan dan penghormatan terhadap privasi tamu. Sementara itu, Asyih Friadiyani, dosen bahasa Inggris Perhotelan STP AMPTA Yogyakarta, menyoroti panduan penggunaan buku pembelajaran dan kesesuaiannya dengan tingkat kemampuan mahasiswa.
Hasil diskusi menjadi bahan tindak lanjut untuk memperjelas tahapan model, menyempurnakan panduan penggunaan perangkat pembelajaran, serta mempertimbangkan peluang penerapan PARTOUR secara lebih luas. Melalui kegiatan ini, Hamdan membawa hasil penelitian doktoralnya ke forum akademik lintas perguruan tinggi untuk memperoleh masukan langsung dari pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan pendidikan vokasi. Diseminasi ini menjadi bagian dari kontribusi mahasiswa Program Studi Pendidikan Program Doktor UAD dalam mengembangkan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja, khususnya melalui penguatan hubungan antara perguruan tinggi dan industri perhotelan.




