Diseminasi Hasil Riset Disertasi: Rahmiwati, M.Pd Paparkan Strategi Penguatan Kepemimpinan Sekolah dan Pembelajaran Kontekstual untuk Generasi Alpha di Kabupaten Berau.
Berau, 15 Oktober 2026 – Kandidat Doktor Program Studi Pendidikan Program Doktor (S3), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Rahmiwati, M.Pd, berhasil menggelar kegiatan diseminasi hasil riset disertasinya yang berfokus pada dinamika kepemimpinan sekolah dan strategi pembelajaran kontekstual bagi Generasi Alpha.
Diseminasi riset yang dipromotori oleh Prof. Dr. Ir. Dwi Sulisworo, M.T dan Prof. Dr. Dody Hartanto, M.Pd ini menyoroti fenomena kesenjangan pendekatan pengelolaan pendidikan antara sekolah perkotaan dan perdesaan di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.
Dalam pemaparannya, Rahmiwati menegaskan bahwa kesetaraan kualitas pendidikan tidak dapat dicapai dengan memperlakukan semua sekolah secara homogen (one-size-fits-all). Berdasarkan studi komparatif mendalam antara sekolah (representasi perkotaan) dan sekolah (representasi perdesaan), ditemukan adanya perbedaan karakteristik yang kontras namun saling melengkapi.
“Sekolah perkotaan memiliki keunggulan dalam aspek infrastruktur digital, efisiensi kerja, dan struktur organisasi. Namun, mereka kerap menghadapi tantangan berupa tingginya beban kerja serta minimnya ikatan interpersonal. Sebaliknya, sekolah di perdesaan ditopang oleh modal sosial yang sangat kuat seperti tradisi gotong royong, musyawarah, dan keterikatan budaya lokal, meskipun masih dihadapkan pada keterbatasan sarana digital,” ujar Rahmiwati dalam prapresentasinya.
Guna merespons kebutuhan siswa Generasi Alpha yang tumbuh pesat di era serba digital, riset ini menawarkan pendekatan pedagogi terintegrasi: “Local Content, Digital Delivery”. Pendekatan ini memadukan kearifan budaya lokal Berau (seperti penggunaan bahasa daerah, seni/tari Jepen, sejarah lokal, hingga proyek berbasis kearifan lokal) sebagai substansi materi pembelajaran, yang kemudian disampaikan melalui media digital visual, interaktif, dan kolaboratif.
“Generasi Alpha tidak hanya membutuhkan kecanggihan teknologi, tetapi juga rasa memiliki (sense of belonging), kebanggaan budaya, dan hubungan emosional yang sehat di lingkungan sekolah. Oleh karena itu, kepemimpinan kepala sekolah di era digital harus bertransformasi dari sekadar fungsi administratif teknokratis menjadi kepemimpinan relasional yang adaptif dan humanis,” tambah Rahmiwati.
Rekomendasi Kebijakan dan Indikator Keterlibatan Siswa Melalui riset disertasinya, Rahmiwati juga merekomendasikan pemangku kebijakan untuk memasukkan student engagement (keterlibatan siswa) secara menyeluruh meliputi dimensi perilaku, kognitif, dan emosional sebagai indikator utama mutu sekolah, bukan sekadar capaian nilai akademis semata. Kegiatan diseminasi ini dilaksanakan secara hybrid berpusat di Berau, yang mempertemukan para praktisi pendidikan setempat secara tatap muka dengan Kaprodi dan Sekretaris Prodi S3 Pendidikan Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta serta stakeholder perwakilan sekolah desa di Berau yang hadir secara virtual melalui Zoom Meeting. Melalui diseminasi ini, diharapkan hasil analisis ilmiah kandidat doktor UAD tidak hanya berhenti pada tataran teoritis semata, melainkan mampu memberikan dampak nyata (societal impact) bagi formulasi kebijakan publik dan transformasi pendidikan, baik di daerah pedesaan maupun perkotaan.






