Pendidikan Transformatif dan Profesionalisme Guru
Oleh: Dr. Dian Artha Kusumaningtyas, M.Pd. Si.
Pendidikan transformatif dalam konteks profesionalisme guru merupakan suatu konsep yang mengusung pergeseran yang signifikan dalam pandangan terhadap apa yang dianggap sebagai profesionalisme guru yang dinamis dan terus berkembang (Mockler, 2005). Transformasi ini menekankan pentingnya proses pembelajaran yang tidak hanya terjadi di kelas, tetapi juga melibatkan refleksi kritis dari para pendidik terhadap praktik-praktik mereka. Melalui praktik reflektif yang kritis ini, pendidik diharapkan dapat terus tumbuh dan berkembang sebagai pembelajar transformatif yang mampu menghadapi tantangan-tantangan baru dalam dunia pendidikan (Qutoshi, 2018).
Pengembangan profesionalisme guru yang transformatif menjadi sangat penting dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan. Seperti yang disebutkan oleh Mockler (2005), hal ini bukan hanya tentang menjadi lebih baik dalam mengajar, tetapi juga tentang menjadi lebih baik dalam memahami peran dan dampak sosial dari profesinya. Guru yang mampu memahami pentingnya transformasi ini akan mampu menghadirkan pengalaman belajar yang lebih bermakna bagi siswa mereka.
Salah satu cara untuk mencapai profesionalisme guru yang transformatif adalah melalui kegiatan seperti menulis ilmiah. Supriyadi (2022) menekankan bahwa guru perlu terlibat dalam aktivitas menulis ilmiah untuk meningkatkan pemahaman mereka terhadap isu-isu pendidikan yang relevan dan juga untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman mereka dengan komunitas pendidikan secara luas. Dengan demikian, menulis ilmiah tidak hanya merupakan tugas yang harus dilakukan, tetapi juga merupakan sarana untuk pertumbuhan profesional yang transformatif bagi para pendidik.
Dalam keseluruhan, pendidikan transformatif dalam konteks profesionalisme guru melibatkan perubahan paradigma yang signifikan menuju praktik-praktik yang lebih reflektif dan progresif. Hal ini tidak hanya bermanfaat bagi perkembangan pribadi para pendidik, tetapi juga memiliki dampak yang positif terhadap kualitas pendidikan secara keseluruhan.
Pengembangan profesional memainkan peran penting dalam proses transformatif ini, karena memberikan kesempatan bagi para guru untuk memeriksa kembali dan merevisi praktik-praktik mereka, sejalan dengan teori pembelajaran transformatif (Miranda, 2012). Praktik mengajar menjadi periode yang krusial untuk pengembangan profesional para guru, memungkinkan mereka untuk membentuk identitas profesional dan praktik kelas mereka (Saikauskienė & Lazdauskas, 2017). Inisiatif pengembangan profesional yang efektif seringkali menggabungkan refleksi, yang memiliki peran krusial dalam mentransformasi praktik mengajar (Adeyemi, 2015).
Dalam konteks ini, pengembangan profesional bukan sekadar tentang mendapatkan pengetahuan baru, tetapi juga tentang mempertimbangkan kembali praktik-praktik yang ada dan menyesuaikannya dengan kebutuhan yang berkembang. Para guru perlu diberi kesempatan untuk merenungkan pengalaman mengajar mereka, mengevaluasi keberhasilan dan kegagalan, serta mempertimbangkan bagaimana mereka dapat meningkatkan pengajaran mereka agar lebih sesuai dengan tuntutan pembelajaran yang transformatif. Melalui refleksi ini, mereka dapat mengidentifikasi aspek-aspek yang perlu diperbaiki, mengeksplorasi ide-ide baru, dan terus berkembang sebagai profesional yang lebih efektif.
Selain itu, pentingnya pengembangan profesional yang berkelanjutan juga tidak dapat dipandang remeh. Proses transformatif dalam praktik mengajar tidak terjadi dalam semalam, tetapi memerlukan upaya yang berkelanjutan dari para pendidik untuk terus belajar dan berkembang. Oleh karena itu, dukungan dan sumber daya yang berkelanjutan dari lembaga-lembaga pendidikan dan organisasi profesional sangat diperlukan untuk memastikan bahwa para guru memiliki akses ke pelatihan dan pengembangan yang mereka butuhkan untuk berhasil dalam menjalankan peran mereka sebagai agen perubahan dalam pendidikan yang transformatif.
Keberlanjutan pengembangan profesional bagi para guru dipengaruhi oleh praktik kepemimpinan transformatif, yang memiliki dampak positif pada pertumbuhan berkelanjutan para guru dalam bidang-bidang seperti perencanaan, pengembangan kurikulum, dan metode pengajaran (Al-Matroushi & Alkiyumi, 2022). Selain itu, ketegangan antara tata kelola, kontrol, dan profesionalisme di sekolah menegaskan pentingnya profesionalisme guru di tengah perubahan kurikulum (Hovdenak & Wiese, 2014).
Praktik kepemimpinan transformatif memberikan arahan yang diperlukan bagi pengembangan profesional berkelanjutan para guru. Pemimpin yang transformatif mampu menciptakan lingkungan di sekolah yang mendukung inovasi dan pembelajaran kolaboratif. Mereka mendorong guru-guru untuk terlibat dalam refleksi diri, merancang dan melaksanakan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan siswa, serta mengadopsi metode pengajaran yang sesuai dengan perkembangan terkini dalam pendidikan. Dengan adanya praktik kepemimpinan seperti ini, para guru merasa didukung dan termotivasi untuk terus mengembangkan diri mereka secara profesional.
Namun demikian, penting untuk diakui bahwa terdapat ketegangan yang muncul antara tuntutan tata kelola dan kontrol yang diberlakukan oleh otoritas sekolah dengan kebutuhan akan profesionalisme yang berkembang di kalangan guru. Di satu sisi, tata kelola dan kontrol dapat memastikan konsistensi dan akuntabilitas dalam implementasi kurikulum dan proses pengajaran. Namun, di sisi lain, terlalu banyak kontrol dapat membatasi kreativitas dan inovasi di kelas serta menghambat perkembangan profesional para guru. Oleh karena itu, perlu ada keseimbangan yang tepat antara otoritas sekolah dalam mengatur proses pendidikan dan memberikan kebebasan kepada para guru untuk mengembangkan praktik mengajar mereka secara kreatif dan responsif terhadap kebutuhan siswa.
Pendidikan transformatif penting untuk meningkatkan profesionalisme guru dengan menggalakkan pertumbuhan yang berkelanjutan, praktik reflektif, dan penerimaan teori pembelajaran transformatif. Melalui pengembangan profesional yang berkelanjutan, kepemimpinan transformatif, dan fokus pada praktik reflektif yang kritis, para guru dapat mengembangkan identitas profesional mereka, meningkatkan praktik mengajar mereka, dan menyesuaikan diri dengan perubahan lanskap pendidikan.
Referensi:
Adeyemi, A. (2015). International approaches to professional development for mathematics teachers. Journal of Teaching and Learning, 10(1). https://doi.org/10.22329/jtl.v10i1.4296
Al-Matroushi, S. and Alkiyumi, M. (2022). Impact of transformative leadership practices of educational supervisors on the sustainable professional development of mathematics teachers. Journal of Educational and Social Research, 12(1), 261. https://doi.org/10.36941/jesr-2022-0021
Hovdenak, S. and Wiese, E. (2014). Teacher professionalism and curricular change – the tension between governance, control and professionalism in school. Revista Tempos E Espaços Em Educação, 9(18), 23-34. https://doi.org/10.20952/revtee.v9i18.4960
Miranda, T. (2012). Lessons learned from transformational professional development. New Directions for Teaching and Learning, 2012(130), 77-88. https://doi.org/10.1002/tl.20019
Mockler, N. (2005). Trans/forming teachers: new professional learning and transformative teacher professionalism. Journal of in-Service Education, 31(4), 733-746. https://doi.org/10.1080/13674580500200380
Qutoshi, S. (2018). Critical reflective practice as an approach to developing transformative living-theory. Dhaulagiri Journal of Sociology and Anthropology, 12, 107-111. https://doi.org/10.3126/dsaj.v12i0.22186
Saikauskienė, A. and Lazdauskas, T. (2017). Dynamics of difficulties experienced by prospective teachers of psychology during teaching practice. Pedagogika, 125(1), 122-131. https://doi.org/10.15823/p.2017.09
Supriyadi, S. (2022). Developing teacher professionalism through scientific writing. Technium Social Sciences Journal, 37, 76-87. https://doi.org/10.47577/tssj.v37i1.7734